|
SEJARAH BERDIRINYA MAN MODEL PALANGKA RAYA. MAN Model Palangka Raya adalah relokasi dari MAN 3 Yogyakarta dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 27 tahun 1980 tanggal 27 Mei 1980, dan menempati gedung di Jalan S. Parman Palangka Raya yang sekarang menjadi Komplek An-Nur. Mulai tahun 1982 baru menempati gedung baru di jalan Tjilik Riwut Km. 4,5 telepon/fax (0536) 3231286 Palangka Raya sampai saat ini. Selanjutnya dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0489/U/1992 Madrasah Aliyah merupakan Sekolah Menengah Umum yang berciri Agama Islam yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. Dengan semakin berkembangnya tuntutan peningkatan mutu madrasah, maka melalui keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor E.IV/PP.00.6/KEP/17.A/1998 tanggal 28 Pebruari 1998 MAN Palangka Raya berubah menjadi MAN Model Palangka Raya. Dengan adanya MAN Model Palangka Raya ini, sarana-prasarana mulai diperhatikan dan tenaga pengajarnya juga mendapat kesempatan untuk menempuh jenjang S-2, seperti Biologi, Fisika, Kimia, Manajemen Perpustakaan, Bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam yang dananya bersumber dari Development Madrasah Aliyah Project (DMAP ADB). Pada tahun 2006 ini ada 2(dua) orang yang sedang menempuh S-2 Fisika di ITB, dan UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan pada tahun 2007 1 orang sedang menempuh S2 Bahasa Arab di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. VISI MAN MODEL PALANGKA RAYA : Siswa yang religius, terampil, mandiri dan berwawasan ke depan MISI MAN MODEL PALANGKA RAYA : 1. Menyelenggarakan Pendidikan menengah untuk memasuki Perguruan Tinggi dan Dunia Kerja. 2. Menyiapkan lulusan yang mampu memasukkan nilai-nilai keislaman dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 3. Membentuk sumberdaya manusia yang berjiwa wira usaha yang menguasai iptek dilandasi imtaq. RENCANA STRATEGIS MAN MODEL PALANGKA RAYA A. Peningkatan mutu akademik 1. Perbaikan proses pembelajaran yang interaktif dan kondusif. 2. Hasil ujian dengan nilai semakin meningkat dari tahun ke tahun. 3. Mampu bersaing dengan sekolah unggul dalam lomba sains dan teknologi. 4. Kerjasama dengan lembaga lain dalam usaha peningkatan nilai hasil belajar. B. Peningkatan mutu guru 1. Mengaktifkan peran MGMP. 2. Work shop guru mata pelajaran. 3. Pelatihan guru mata pelajaran. 4. Melanjutkan Pendidikan ke jenjang S-2. C. Peningkatan dan pemanfaatan sarana pembelajaran 1. Sarana komputer 2. Sarana audio visual 3. Buku perpustakaan 4. Alat-alat praktik laboratorium D. Penataan lingkungan Madrasah yang kondusif 1. Madrasah yang asri, bersih, rapi dan kondusif. 2. Lingkungan Madrasah yang hijau dan sejuk. TANTANGAN YANG DIHADAPI MAN MODEL PALANGKA RAYA 1. Lulus Ujian Nasional 100 %. 2. Lulusan yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Ternama. 3. Input dengan nilai yang baik. 4. Prestasi dalam bidang olimpiade sains. 5. Budaya baca yang tinggi. 6. Penguasaan teknologi informasi. 7. Keahlian di bidang komputer. 8. Keahlian dalam berbicara bahasa arab dan inggris. 9. Kader-kader da’i yang handal. 10. Bibit-bibit olahragawan tingkat nasional dan internasional. MODAL DASAR MENGHADAPI TANTANGAN 1. Guru mata pelajaran yang di-UN-kan cukup. 2. Guru-guru memiliki kualitas cukup baik dan berdedikasi tinggi. 3. Kualitas pembelajaran cukup baik. 4. Ada dana untuk remedial. 5. Lingkungan belajar yang kondusif. 6. Perpustakaan yang representatif. 7. Tersedia internet 24 jam. 8. Adanya rapor sisipan yang bisa memacu belajar peserta didik.9. Adanya try out dengan lembaga lain secara kontinyu PENGHAMBAT PENINGKATAN MUTU AKADEMIK 1. Input yang masih relatif rendah, walaupun ada sebagian yang nilainya baik. 2. Motivasi belajar peserta didik yang kurang dan tidak merata. 3. Jika diadakan remedial ada siswa yang pulang duluan dan tidak ikut. 4. Sebagian peserta didik yang beranggapan bahwa cukup lulus MAN Model saja tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi. 5. Ada guru yang mengajar hanya teks book saja tanpa eksploratif, dan dibarengi dengan pembelajaran yang interaktif. 6. Guru belum mengggunakan perpustakaan sebagai alat pembelajaran yang efektif. 7. Kurang tersedianya sarana pembelajaran yang mengarah pada peserta didik memacu belajarnya. 8. MGMP yang belum terlaksana, karena terbatasnya pendanaan.
|